INFOKITO.ID, MUARA ENIM—Kabupaten Muara Enim bersiap menjadi pusat perhatian masyarakat Sumatera Selatan. Ribuan pegiat olahraga dari 17 kabupaten dan kota diproyeksikan berkumpul dalam Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II KORMI Sumsel 2026. Namun, di balik ambisi menjadi tuan rumah yang sukses, pemerintah daerah menghadapi tantangan serius: keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.
Situasi tersebut tidak membuat Pemerintah Kabupaten Muara Enim mundur. Sebaliknya, pemerintah daerah mulai menyiapkan strategi dengan menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Forprov II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Selatan ini dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Berdasarkan hasil rapat persiapan pada Jumat (23/10/2026), penyelenggaraan akan melibatkan puluhan cabang olahraga masyarakat dengan puluhan lokasi pertandingan.
Muara Enim Hadapi Tantangan Anggaran, Perusahaan Didorong Ikut Terlibat
Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghalang untuk menyukseskan agenda olahraga tingkat provinsi tersebut.
Dalam rapat persiapan yang berlangsung di Balai Agung Serasan Sekundang, Muara Enim, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang bersama Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani dan jajaran pemerintah daerah membahas berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Salah satu langkah yang disiapkan Pemkab Muara Enim adalah mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut berpartisipasi melalui dana CSR.
Strategi ini dinilai penting mengingat penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit. Apalagi, pemerintah daerah juga harus memastikan fasilitas pertandingan, akomodasi, pelayanan peserta, hingga kebutuhan teknis lainnya tersedia dengan baik.
Dukungan dunia usaha diharapkan tidak hanya membantu penyelenggaraan acara, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
48 Inorga dan 28 Venue Disiapkan, Lawang Kidul Ikut Jadi Pusat Kegiatan
Daya tarik Forprov II KORMI Sumsel 2026 terletak pada banyaknya olahraga masyarakat yang akan ditampilkan.
Berdasarkan laporan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Muara Enim, terdapat 48 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang direncanakan berpartisipasi dengan dukungan 28 venue pertandingan.
Lokasi kegiatan tersebar di Kecamatan Muara Enim dan Lawang Kidul. Pembagian lokasi ini membuat penyelenggaraan tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi di kawasan Tanjung Enim.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang juga melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas. Dari hasil pemantauan pada 23 Oktober 2026, tingkat kesiapan penyelenggaraan disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persiapan terus berjalan, meskipun sejumlah fasilitas masih membutuhkan penyempurnaan sebelum hari pelaksanaan.
Sekitar 5.000 Orang Berpotensi Datang, UMKM Bisa Ketiban Rezeki
Forprov bukan sekadar ajang olahraga untuk mencari prestasi. Kehadiran ribuan peserta, pelatih, ofisial, panitia, dan pendamping berpotensi menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Dalam informasi persiapan tingkat provinsi, jumlah orang yang diproyeksikan terlibat mencapai sekitar 5.000 orang.
Kondisi ini menjadi peluang bagi sektor perhotelan, penginapan, rumah makan, transportasi, pedagang kecil, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemkab Muara Enim juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendamping untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Muara Enim.
Di antaranya Gebyar UMKM, Festival Budaya, serta Karnaval Kendaraan Hias. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana perayaan yang lebih meriah sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu dari berbagai wilayah Sumatera Selatan.
Bukan Hanya Olahraga, Momentum Promosi Wisata Muara Enim
Penyelenggaraan Forprov II KORMI juga menjadi kesempatan bagi Muara Enim untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya daerah.
Kehadiran kontingen dari 17 kabupaten dan kota dapat menjadi sarana promosi langsung. Para peserta berpeluang mengenal destinasi wisata, kuliner khas, produk UMKM, serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Muara Enim.
Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan tidak cukup hanya diukur dari kelancaran pertandingan. Dampak ekonomi dan manfaat promosi daerah juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, tantangan terbesar Muara Enim adalah memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai kebutuhan, terutama dalam hal pendanaan, fasilitas, dan pelayanan peserta.
Jika kolaborasi pemerintah, KORMI, perusahaan, serta masyarakat berjalan optimal, Forprov II KORMI Sumsel 2026 berpeluang menjadi lebih dari sekadar pesta olahraga masyarakat. Ajang ini bisa menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Muara Enim sebagai salah satu daerah tujuan kegiatan olahraga dan wisata di Sumatera Selatan.
Muara Enim Siap Jadi Tuan Rumah Forprov KORMI Sumsel: 5.000 Orang Bakal Datang!





