Studi Banding ke PLTU Celukan Bawang Bali

INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Pembangunan PLTU Sumsel-8 di Kecamatan Tanjung Agung sebagai salah satu dari proyek infrastruktur strategis nasional dari pemerintah pusat berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 122 tahun 2016 dinilai membutuhkan pemahaman dan penanganan yang komprehensif bagi pemerintah di daerah.

Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH melaksanakan kunjungan kerja studi perbandingan dan pengukuran (benchmarking) yang diinisiasi oleh PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) ke PLTU Celukan Bawang berkapasitas 380 megawatt di Kabupaten Buleleng, Bali. Dari hasil kunjungan tersebut,  Juarsah menginginkan pengelolaan PLTU Sumsel-8 yang berkapasitas 2×600 megawatt di Kecamatan Tanjung Agung  harus mengedepankan aspek ramah lingkungan.

Dalam kegiatan ini, Plt Bupati mencatatkan perhatiannya terhadap aspek lingkungan dan social. Sebagai hal mendasar yang harus diutamakan, sehingga keberadaannya tak hanya memenuhi pasokan energi nasional. Tetapi juga memberi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Kunjungan Plt Bupati yang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Amrullah Jamaluddin SE dan Plt Asisten Administrasi Umum Riswandar SH MH bersama Direktur SDM dan Umum PT HBAP Nicko Albart. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Liono Basuki BSc dan Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM, diterima langsung oleh Penanggungjawab Operasional (Vice Manager General Affair Department) PT General Energy Bali, Indriati Tanu Tanto selaku pengelola PLTU Celukan Bawang.

Disampaikan bahwa kedua PLTU mulut tambang dengan energi batubara ini berada di bawah pengembangan konsorsium yang sama yaitu Grup China Huadian, BUMN Tiongkok yang bergerak dibidang ketenagalistrikan sehingga terdapat beberapa kemiripan.

“Pengelolaan PLTU Sumsel-8 yang berkapasitas 2×600 megawatt di Kecamatan Tanjung Agung dapat mengedepankan aspek ramah lingkungan, seperti limbah pembuangan, baik air, tanah maupun udara, termasuk memperhatikan ambang batas kebisingan maupun getaran mesin,” harap Juarsah.

Disamping itu, dirinya juga mengharapkan PLTU Sumsel-8 harus menjadi hilirisasi pemanfaatan energi batubara yang  bersih dan modern atau berbasis teknologi (clean coal use and technology utilisation) terdepan di Indonesia. Oleh sebab itu dirinya melalui dinas/instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan rutin dalam pelaksanaan pembangunan maupun operasional PLTU Sumsel-8.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Amrullah Jamaluddin SE, menambahkan bahwa berbagai hal positif dari PLTU Celukan Bawang dapat diadopsi untuk diterapkan. Sedangkan aspek yang belum baik dapat menjadi pembelajaran dan catatan untuk diantisipasi bagi pengembangan PLTU Sumsel-8.(dang)

Pos terkait