Hulu Migas Dukung Pembangunan Daerah

INFOKITO.ID,MUARA ENIM—- Di Kabupaten Muara Enim terdapat sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bergerak dibidang hulu migas yakni PT Pertamina EP Field Prabumulih, PT Pertamina Field Limau, PT Medco E&P Lematang dan PT Sere Laya Belida.

Kabupaten Muara Enim selain mendapatkan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang diatur dalam UU No.33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kehadiran sejumlah perusahaan hulu migas di Kabupaten Muara Enim, secara tidak langsung juga memiliki efek berganda (Multiplier Effect) dalam mendukung pembangunan di Bumi Serasan Sekundang.

Humas Pertamina EP Limau Field, Aprianto menerangkan sebagai perusahaan hulu migas yang memiliki operasi wilayah Kabupaten Muara Enim, sudah barang tentu perusahaan tidak hanya sekedar mencari migas saja. Namun juga turut membantu pembangunan daerah dan selalu peduli dengan masyarakat sekitar perusahaan melalui program Carporate Social Responsibility (CSR).

“Wujud kepedulian tersebut, Pertamina EP Limau Field membantu pembangunan daerah melalui kegiatan CSR dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, disaat pandemi covid seperti sekarang, kita juga memberikan bantuan peralatan cuci tangan, sembako dan lain sebagainya dalam membantu pemerintah menekan penyebaran covid,” terang Aprianto saat wawancarai melalui ponselnya, kemarin (4/11/2020).

Berapa bantuan CSR atau covid yang sudah diberikan Pertamina EP  Limau Field untuk Muara Enim? Aprianto menjelaskan untuk berapa nilai bantuan yang sudah diberikan tentunya bisa ditanyakan ke Pertamina EP Asset 2, karena Limau Field di bawah Asset 2. “Untuk bantuan CSR bisa ditanya juga ke Pemkab Muara Enim, karena kita juga tergabung dalam forum CSR Muara Enim,” tutur Aprianto.

Terpisah, Legal & Relations CSR Analyst PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih, Imam Maulana menerangkan sebagai perusahaan hulu migas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, tentunya perusahaan juga sangat peduli dengan masyarakat sekitar perusahaan. Sebab kegiatan operasi produksi migas yang dilakukan PT Pertamina EP Asset 2, tidak bisa dilepaskan dari masyarakat. “Kita punya tanggung jawab sosial terhadap daerah dan masyarakat yakni melalui kegiatan CSR. Baik itu bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun pemberdayaan masyarakat,” beber Imam.

Hanya saja kata Imam, sejak Indonesia dilanda pandemi covid, sejumlah kegiatan CSR banyak juga yang dialihkan untuk bantuan penanganan covid.  Namun untuk pembinaan CSR di masyarakat baik itu di Prabumulih Field, Limau Field, Pendopo Field, Adera Field  tetap berjalan.

Adapun bantuan covid yang sudah diberikan PT Pertamina EP Asset 2 yakni handsanitezer, masker, sembako untuk masyarakat di ring 1,  wartapel fortable, APD Hazmat untuk puskesmas, yang diberikan untuk Prabumulih, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Ogan Ilir, PALI dan Palembang yang menjadi wilayah kerja PT Pertamina EP Asset 2.

“Untuk bantuan covid dari PT Pertamina EP Asset 2  yang membawahi Prabumulih Field, Limau Field, Pendopo Field dan Adera Field hingga sekarang ini totalnya sudah mencapai Rp1,8 Miliar,” urai Imam.

Dibagian lain, Lead Of Goverment Relations PT Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Yulianto menerangkan kehadiran PT Medco EP Lematang di Muara Enim tidak semata-mata sekedar mencari migas saja, namun harus ada manfaat kehadiran perusahaan untuk Kabupaten Muara Enim dan masyarakat sekitar area operasi. “Harus ada efek berganda, salah satunya melalui program CSR untuk membantu pembangunan Muara Enim dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujar Yulianto.

Program  CSR tersebut ada dibidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, bidang kesehatan dan lain sebagainya. “Untuk pembinaan CSR masyarakat di area operasi Medco EP Blok Lematang masih jalan. Seperti usaha madu, kelompok menjahit, ternak kambing dan lainnya. Hanya saja, karena sekarang lagi pandemi covid, pembinaan atau monitoring yang dilakukan tidak secara langsung tapi melalui telpon,” beber Yulianto sembari mengatakan PT Medco juga menyalurkan bantuan dalam penanganan covid di Kabupaten Muara Enim.

Salah satu penerima manfaat dari kehadiran PT Medco E&P Blok Lematang yakni kelompok tani lebah madu Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Niru.  Juga mengaku senang mereka sudah mendapatkan binaan dari PT Medco Lematang sejak 2016 lalu. Mulai dari pelatihan hingga cara beternak madu di dalam kotak. Sekarang ini hasilnya sudah mereka rasakan. Dalam setahun bisa tiga kali panen madu, dan mereka pernah panen madu satu ton dalam setahun. “Harga cukup lumayan Rp110 ribu per kg. Madu hasil panen kami jual ke masyarakat, sering juga dibeli PT Medco untuk souvenir dan kami sering diajak pameran jika PT Medco ada kegiatan. Kami mengucapkan terima kasih PT Medco sudah peduli dengan memandirikan masyarakat sekitar perusahaan,”  tutur Bustam saat dihubungi melalui telpon.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Muara Enim Ir Mat Kasrun melalui Kabid Ekonomi, Oktapian Muharsyah guna mensinkronisasikan pembangunan di Kabupaten Muara Enim melalui peran serta dunia usaha. Di Kabupaten Muara Enim sudah terbentuk forum CSR/PKBL sejak 2011 lalu. “Di dalam forum CSR ini banyak perusahaan BUMN, BUMD, termasuk perusahaan Migas seperti PT Pertamina, Medco dan Sele Raya Belida,” terang Oktapian saat dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

Kehadirian perusahaan hulu migas di wilayah Kabupaten Muara Enim sudah banyak memberikan kontribusi yang nyata dalam mendukung pembangunan di Bumi Serasan Sekundang. “Setiap tahun perusahaan –perusahaan yang ada di dalam forum CSR/PKBL memberikan laporan partisipasi mereka untuk pembangunan di Kabupaten Muara Enim,” tutur dia.

Adapun mekanisme peran serta perusahaan dalam pembangunan di Kabupaten Pemkab Muara Enim melalui program pembangunan yang tidak dapat dibiayai oleh APBD Kabupaten Muara Enim atau  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Non APBD Muara Enim. “Program pembangunan Pemkab Muara Enim yang belum bisa dibiayai APBD, diarahkan agar perusahaan bisa berpartisipasi ikut membantu dalam program CSR mereka,” urai Oktapian.

Oktapian menerangkan berdasarkan laporan perusahaan sektor migas yang masuk ke forum CSR/PKBL Kabupaten Muara Enim. Pada 2019 lalu realisasi program CSR sebesar Rp11,748 Miliar. Dengan rincian dari PT Medco E7P Lematang sebesar Rp1,4 Miliar untuk program dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan, PT Pertamina EP Asset 2 sebesar Rp10,337 Miliar untuk program pendidikan, infrastruktur, kesehatan, ekonomi dan lingkungan.

Sementara pada 2020 yang baru laporan disemester I saja. Realiasi CSR dari perusahaan migas sebesar Rp497 juta lebih, dengan rincian PT Medco E&P Lematang Rp272 juta, PT Pertaminan EP Asset 2 Rp184 juta lebih dan PT Sele Raya Belida Rp41 juta. “Program CSR dari perusahaan migas tersebut tentunya bisa mendukung percepatan pembangunan yang dilakukan Pemkab Muara Enim,” ucap Oktapian.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh juru bicara penanganan covid 19 Pemkab Muara Enim, Panca Surya Diharta mengatakan sejumlah perusahaan migas yang ada di Kabupaten Muara Enim juga ikut berperan dalam pencegahan covid yang saat ini masih terjadi.

“Seperti PT Pertamina dan PT Medco mereka ikut memberikan bantuan kepada Pemkab Muara Enim atau ke masyarakat secara langsung,” jelas dia.

“Untuk bantuan sembako, alat cuci tangan dan lain sebagainya tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sedangkan untuk bantuan Alat Pelindung Diri (APD) tercatat  di Dinas Kesehatan. Pemkab Muara Enim tentunya mengucapkan dan mengapresiasi atas kepedulian perusahaan migas untuk membantu Pemkab Muara Enim dalam mengatasi pandemi covid 19,” urai Panca yang juga staf ahli Bupati Muara Enim bidang kemasyarakat dan SDM ini.

Kepala BPBD Muara Enim Abdul Roziq Putra saat dibincangi Enim Ekspres menerangkan bahwa semua bantuan perusahaan di Kabupaten Muara Enim, termasuk dari perusahaan migas untuk penangan covid 19 tercatat dengan baik. Misalnya bantuan dari PT Pertamina EP Asset 2 yakni 30 botol hand sanitizer dan bantuan 350 paket sembako. Kemudian bantuan westapel lengkap cuci tangan dari PT Pertamina Field Limau. PT Medco EP Indonesia membantu sprayer, disinfektan, hand soap, tank cuci tangan dan masker kain. “Tapi, yang tercatat di kita karena ada laporannya dari perusahaan. Bisa saja mereka memberikan bantuan langsung ke desa atau masyarakat tapi tidak ada lorannya ke kita,”  terang Roziq.(dang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait