INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Martialis Puspito mengungkapkan bahwa harimau sumatera yang tertangkap masuk perangkap di Desa Pelakat Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Kabupaten Muara Enim beberapa hari lalu, sudah dievakuasi ke ke Tambling di area taman nasional bukit barisan selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Di tempat ini sudah ada fasilitas tempat observasi untuk harimau liar.
“Kita belum bisa memastikan apakah harimau yang tertangkap adalah harimau yang memangsa manusia di wilayah Muara Enim dan daerah lain, atau harimau lain. Sebab kita masih menunggu hasil penilitian observasi lebih lanjut lagi terhadap harimau yang dievakuasi Lampung tersebut,” terang Martialis dalam rapat evaluasi satgas Penyelesaian Konflik antara Manusia dan Harimau bersama Plt Bupati Muara Enim H Juarsah di Kantor Pemkab Muara Enim, Kamis (23/1/2020). Rapat tersebut juga dihadiri Sekda Ir H Hasanudin Msi, tim satgas TNI, Polri dan Pemkab Muara Enim, BKSDA, KPH Wilayah Semende.
Tapi, kata Martialis hasil dari pengamatan pihaknya pasca kejadian 15 November 2019 lalu pasca kejadian di Tugu Rimau Pagaralam sampai kejadian di Talang Tinggi Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim karakteristik harimau yang tertangkap hampir mirip dengan kejadian yang sudah-sudah. “Kalau melihat pergerakan harimau yang tertangkap hampir mirip. Harimau ini keluar masuk kawasan hutan lindung dipinggiran bukit barisan,” kata dia.
Martialis berharap mudah-mudahan harimau yang sudah tertangkap adalah harimau yang selama ini meresahkan masyarakat. “Harapannya seperti itu, tapi pastinya kita masih menunggu hasil observasi harimau yang sudah dievakuasi ke Lampung,” papar Martialis lagi.
Harimau yang tertangkap lanjut Martialis, tidak takut dengan manusia saat dievakuasi tenang sampai Lampung. Harimau ini jenisnya kelaminnya lanang, remaja meranjak dewasa. Panjangnya sekitar dua meter dengan berat 90 kg. “Umurnya belum bisa dipastikan, karena harus diperiksa giginya,” jelas dia.
“Karakteristik lain, harimau ini selalu bergerak maju atau terpisah dari kelompoknya untuk mencari wilayah teritorial sendiri. Ia selalu keluar masuk kawasan hutan lindung, salah satu sebabnya sulit mencari mangsa untuk dimakan,” tutur Martialis.
Diketahui akibat ancaman serangan harimau di wilayah Kecamatan Semendo, Muara Enim sejak beberapa pekan lalu, membuat sebagian masyarakat mengalami traumatik atau syok akan keberadaan hewan buas.
Tim gabungan Satgas Penyelesaian konflik manusia dengan harimau bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan melakukan terapi trauma healing untuk membantu masyarakat secara psikologis.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Martialis Puspito mengatakan, tim satgas masih akan bekerja meski berhasil menangkap seekor harimau di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU).
“Satgas masih akan dijalankan untuk menangani pemulihan trauma (trauma healing) para warga di beberapa desa,” sambung Martialis.
Selain itu, lanjutnya tim juga tetap akan melakukan monitoring lanjutan untuk melihat pergerakan ataupun antisipasi adanya kejadian serupa. Ia juga berharap kedepan ada balai penanganan khusus harimau di kawasan hutan lindung Sumatera Selatan. “Selama ini balai baru terfokus pada hewan liar seperti gajah dan beruang,”paparnya.
Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah mengatakan, pasca dievakuasinya harimau liar diwilayah Semende ke Pusat Penyelamatan Harimau Sumatra di Balai Konservasi Alam Margasatwa Tambling, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pihaknya menghimbau seluruh warga agar tetap waspada.
Dia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras mulai dari terbentuknya Satgas ini pada 30 Desember 2019 lalu hingga membuahkan hasil pada saat ini. “kepada masyarakat untuk dapat beraktivitas seperti biasa dan meminta segera melaporkan kepada aparat bila ditemukan indikasi gangguan hewan buas serupa,”ucapnya.
Dalam waktu dekat Plt Bupati merencanakan menggelar doa bersama dan sedekah dusun sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan tim satgas menangkap harimau. “Rencananya akan ada syukuran dan doa-doa supaya masyarakat kembali aman,” tukas Juarsah. (dang)





