INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Penanganan konflik manusia dan satwa liar harimau diwilayah Kabupaten Muara Enim memaksa Pemerintah Muara Enim membuat satuan tugas (satgas) khusus. Tim satgas pemburu si raja rimba ini berisikan sedikitnya 106 personel.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim Ir Kurmin menjelaskan, untuk mengatasi konflik ini, saat ini ada sekitar 106 orang terdiri dari 52 orang (Tim Satgas Kabupaten Muara Enim) dan 54 orang dari BKSDA.
“Satgas ini dibagi menjadi dua tim dan masing-masing tim akan ngepos di Semende dan Bedegung. Kemudian untuk kendaraan operasional sudah kita siapkan 2 unit, intinya kita sudah siapkan semua,”kata Kurmin saat rapat persiapan pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar (Harimau), di Ruang Rapat Pangripta Sriwijaya Bappeda, Kamis (2/1/2020).
Kurmin mengatakan, personel satgas dibekali sejumlah peralatan untuk mencari jejak dan menangkap harimau. Hal ini sesuai instruksi Gubernur Sumsel dan arahan Menteri Kehutanan, harimau tersebut akan ditangkap hidup-hidup, bukan dibunuh.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, H Hasanudi menegaskan kepada semua pihak yang tergabung dalam Tim Satgas harus peduli dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas serta selalu berkoordinasi dengan satu arahan dalam mengatur strategi untuk menangani konflik manusia dan harimau ini.
“Harapan kita tim satgas berhasil menangkap harimau ini, guna untuk memberikan keamanan dan ketenangan. Serta kepercayaan diri masyarakat kita dalam beraktifitas seperti biasanya akan tercapai,”ujar Sekda.
Hasanudin juga meminta kepada semua pihak terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim untuk meningkatkan kesigapannya karena bukan hanya untuk antisipasi teror harimau. Tetapi membantu membackup bencana alam lainnya, karena sekarang masuk musim penghujan yang berakibat banjir dan rawan longsor.
“Kita juga mendapat dukungan dari Ketua Forum Kades Semende dan Forum Masyarakat Semende bahwa mereka siap membantu terkait informasi-informasi mengenai konflik ini ataupun membantu dalam hal lainnya,”ucap Hasanudin.(dang)





