INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Melalui film pendek Kawe Abang Semende Kabupaten Muara Enim semakin dikenal ditingkat nasional. Hari Minggu kemarin, film Kawe Abang Semende ini berhasil mendapatkan juara 1 Terbaik Film Pendek Kopi dalam lomba film pendek kopi yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Pertanian (Ika Faperta) Institut Pertanian Bogor.
Lomba film pendek berhasil dimenangkan oleh Kabupaten Muara Enim melalui gerbang serasan production dimana trophy dan piagam penghargaan diberikan di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, Minggu (1/12/2019).
Film pendek ini juga akan mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Muara Enim selain melalui kegiatan Colorful Muara Enim Festival.
Film tersebut diperankan anak-anak muda Muara Enim, dan film ini sukses berkat dukungan semua pihak khususnya pemerintah Kabupaten Muara Enim. Plt Bupati Juarsah, Abdul Nadjib, Mat Kasrun Kadisbun Kabupaten Muara Enim dan Antera (Anak Rantau Tanjung Enim). Semua yang terlibat dalam film ini adalah anak anak dari Kabupaten Muara Enim Ananda Rahmat Hutama sebagai Ayah Arul, Sari Narulita sebagai Ibunya Arul, Erik Juliansyah Kharim sebagai Arul, Bang Jali sebagai Pamannya Arul, Adam Suci Hafizullah sebagai Temennya Arul, Melisa Puspita Sari dan Widya Restu Utari sebagai Temennya Arul.
Sutradara film Kawe Abang Semende, Sari Narulita mengatakan film kawe abang semende ini adalah cikal bakal Film Tunggu Tubang yang sedang digarap yang bertujuan mengeksplor komoditi kopi, tempat wisata dan kebudayaan muara enim khususnya semende. “Ini produk asli Muara Enim, dan kami buktikan bahwa Muara Enim bisa dikenal dengan produksi filmnya,” ujarnya.
Lanjut Sari, pembuatan film berawal dari informasi dari wakil ketua 2 Tim Penggerak PKK Kabupaten Muara Enim Ir Emawati Najib. “Beliau memberikan informasi bahwa ada lomba film pendek yang digelar IPB. Untuk itu film Kawe Abang Semende dibuat dimana prosesnya memakan waktu sekitar satu minggu dengan durasi film 11 menit,” beber Sari.
“Alhamdulillah dengan kerja keras bisa menghasilkan juara. Kami sangat bersyukur bisa mengharumkan nama Muara Enim melalui film pendek,” tutur Sari.
Film tunggu tubang yang akan segera digarap dalam waktu dekat dengan mengangkat sisi keindahan budaya di kabupaten Muara enim. “Khususnya kebudayaan tunggu tubang dari Semendo, sebagaimana judulnya,” terangnya.
Film yang dibuat pun akan mengekspolrasi keindahan alam, adat istiadat dan komoditi kopi serta tempat tempat indah lainnya yang belum banyak dikenal luas oleh masyarakat. Jadi dengan berhasilnya menjuarai lomba film pendek kopi ini akan menjadi pemacu semangat untuk bisa mempromosikan Kabupaten Muara Enim “Harapannya agar memicu pemuda pemudi Muara Enim, untuk terus berkarya dan mempromosikan budaya daerah,”tutup dia.(dang)





