INFOKITO.ID,MUARA ENIM—-Raut pucat dan kondisi badan lunglai terpancar di wajah Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Indra Jaya. Itu terjadi setelah uang Dana Desa (DD) sebesar Rp 350 juta yang baru saja diambilnya dari Bank Sumsel Babel Cabang Muara Enim disikat dua kawanan perampok bermotor metic.
Peristiwa yang sempat menggemparkan warga Gunung Megang itu terjadi di jalan lintas Desa Gunung Megang Dalam, tepatnya di jalan lintas depan toko bangunan milik Riskon, Rabu (28/11/2019) sekitar pukul 13.50 WIB.Kini kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Gunung Megang dan masih dalam penyelidikan petugas gabungan Satreskrim Polres Muara Enim dan Polsek Gunung Megang.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, pada siang itu sekitar pukul 11.50 WIB, sang Kepala Desa bersama Kasi Keuangan merangkap Bendahara bernama Fauko Rahmat, baru saja mencairkan uang Dana Desa sebesar Rp350 juta di Bank Sumsel Babel Muara Enim.
Uang tersebut dimasukkan dalam tas. Lalu Kades dan Kasi Keuangan merangkap Bendahara mengendarai mobil jenis Cayla hendak pulang ke desanya. Ketika sampai di Desa Gunung Megang Dalam, sang Kades tidak langsung pulang ke rumahnya. Namun dia terlebih dahulu pergi ke toko bangunan milik Riskon yang berada di pinggir jalan lintas Gunung Megang Luar.
Sang Kades mampir ke toko bangunan itu bertujuan hendak membayar hutang. Ketika sampai di toko bangunan, sang Kades dan Kasi Keuangan merangkap Bendahara memarkirkan mobilnya di pinggir jalan depan toko bangunan tersebut.
Kemudian Kades dan Kasi Keuangan merangkap Bendahara keluar dari dalam mobil. Pada saat keluar mobil, uang tersebut ditinggal di dalam mobil menuju toko bangunan. Pada saat menuju toko bangunan tersebut, tanpa disadarinya, dua kawanan perampok mengendarai sepeda motor metic tanpa nomor polisi menghampiri mobil tersebut.
Pelaku merusak pintu mobil sebelah kanan ( sebelah sopir) diduga menggunakan kunci T. Lalu pelaku berhasil mengambil uang dalam tas yang berada di dalam mobil itu. Aksi kawanan perampok tersebut, sempat ketahui sang Kades takkala pelaku telah berhasil melarikan diri. Sang Kades dibantu warga berupaya mengejar pelaku hingga sampai ke jalan lintas Desa Perjito. Hanya saja pelaku mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga lolos dari kejaran.
“Pak Kades mampir ke toko ku hendak membayar hutang, namun belum sempat masuk ke dalam toko, peristiwa itu terjadi. Sehingga pak Kades belum sempat membayar hutangnya, karena langsung ribut- ribut mengejar pelaku,” jelas pemilik toko.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Indra Jaya yang dicoba dikonfirmasi dengan menguhubungi nomor teleponnya belum berhasil tersambung. Meski nomor ponsel yang dihubungi dalam kondisi aktif, namun yang bersangkutan tidak berkenan mengangkatnya.
Terpisah, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, yang berhasil dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu.“Kajadian itu kasus curat, saat ini anggota lagi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” jelas Irwan. (dang)





