INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Batik khas Tanjung Enim tidak kalah bersaing dengan batik daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan pemerintah Kabupaten Muara Enim akan memakai batik khas Tanjung Enim menjadi seragam wajib di kalangan pegawai pemerintahan. Kampung Batik di Dusun Tanjung Enim, binaan CSR PT Bukit Asam ke depan siap go internasional.
Beberapa waktu lalu, batik khas Tanjung Enim ikut menjadi peserta pameran bazar kuliner di halaman GOR Bukit Asam dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada acara itu, sambutan masyarakat yang datang mengunjungi stand batik sangat antusias. Sehingga, panitia memperpanjang waktu dua hari dari jadwal semula.
Dewi Sagita, salah satu pengrajin batik asal Dusun Tanjung Enim mengatakan, saat ini para pengrajin sudah siap melayani permintaan pasar, baik partai kecil maupun partai besar. Kata dia, berkat batuan dari CSR PT Bukit Asam selama ini bisa mengurangi pengangguran di Dusun Tanjung, Kecamatan Lawang Kidul.
“Selama ini, kami ibu-ibu rumah tangga hanya mengurus keluarga, namun setelah mendapatkan pelatihan membatik kami bisa mempunyai penghasilan sendiri untuk menopang kebutuhan keluarga,” ungkap Dewi kepada Enim Ekspres, belum lama ini.
Menurut Dewi, kualitas kerajinan batik khas Tanjung Enim sudah siap bersaing dengan daerah lain seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian untuk pemasarannya, selama ini selain dibantu perusahaan, pengrajin juga dibantu pemerintah daerah, PKK, dan masyarakat.
“Kami juga kerja sama dengan PKK, diajak mengikuti pameran hingga keluar daerah,” katanya.
Kemampuan produksi pengrajin masih stabil sesuai dengan permintaan pasar. Untuk mengerjakan satu kain batik pengrajin membutuhkan waktu hingga dua hari. Berbagi macam desain batik yang sudah ada saat ini seperti batik kujur, tengkiang, dan lainnya.
Sementara itu, Mustafa Kamal, selaku Pembina Kampung Batik Dusun Tanjung berharap, batik khas Tanjung Enim bisa go internasional, sebab saat ini kualitas batik yang diproduksi masyarakat sudah baik. Untuk memasarkan, dia berharap ada dukungan pemerintah daerah untuk membantu mempromosikan batik asli Tanjung Enim keluar daerah.
“Saya yakin batik khas Tanjung Enim tidak kalah bersaing dengan batik asal daerah lain. Dan harapan kami bisa go internasional,” katanya. (lul)





