Membanggakan, Siswa SMP Bukit Asam Bintang Nazhifah Banafsha Raih Juara 2 Lomba Puisi Tingkat Nasional

Bintang tak hanya juara puisi, ia juga atlet, barista cilik, aktivis, seniman, dan siswa berprestasi.
Bintang tak hanya juara puisi, ia juga atlet, barista cilik, aktivis, seniman, dan siswa berprestasi.

INFOKITO.ID— Namanya “Bintang Nazhifah Banafsha”, siswa kelas 8.C SMP Bukit Asam Tanjung Enim, yang baru saja mencetak prestasi membanggakan: Juara 2 Lomba Puisi Tingkat Nasional.
Di tengah riuhnya dunia remaja, Bintang memilih jalan yang tak biasa—jalan sunyi penuh makna: puisi. Dan dari jalan itu pula, namanya kini dikenal tak hanya di Muara Enim, tetapi juga di Sumatera Selatan dan tingkat nasional.Aku Melihat Indonesia”: Suara Bung Karno, Jiwa Bintang
Lomba puisi nasional yang ia ikuti bukan sembarangan. Lebih dari 1.200 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk pelajar dan mahasiswa, ikut ambil bagian. Tugas mereka sederhana tapi berat: membacakan puisi karya Bung Karno berjudul “Aku Melihat Indonesia”—sebuah teks penuh jiwa kebangsaan, diambil dari buku Bung Karno dan Pemuda.


Saat giliran tampil, Bintang berdiri dengan tenang. Suaranya mengalun. Matanya menatap tajam. Setiap bait yang ia bacakan terasa bukan sekadar hafalan, tapi jeritan nurani tentang harapan untuk negeri ini.
“Aku tidak hanya membaca puisi… Aku ingin menyuarakan apa yang Bung Karno lihat dan mimpikan untuk generasi muda,” ujar Bintang dengan mata berbinar.Bakat yang Tak Dilahirkan Seketika
Kemenangan ini bukan datang tiba-tiba. Sejak kecil, Bintang telah bersahabat dengan buku, puisi, dan cerita. Ia mulai mengikuti lomba membaca puisi sejak duduk di bangku SD. Berkali-kali juara, berkali-kali tampil dalam acara-acara resmi, hingga akhirnya menjadi Duta Literasi SMP Bukit Asam.
Bahkan, di luar puisi, ia juga dikenal sebagai storyteller andal, public speaker aktif, dan barista cilik di Komunitas Muara Enim Coffee. Dunia literasi, seni, dan keterampilan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya.Dibalik semua pencapaian itu, ada dua sosok penting: Ayah dan Ibu. Ayahnya, Ir. Febriyansyah Putra, Sekretaris Dinas Perkimtan Kabupaten Muara Enim. Ibunya, Rika Meliana, seorang ibu rumah tangga yang selalu hadir dalam setiap latihan dan perlombaan putrinya.
“Kami tidak pernah menuntut dia harus juara. Kami hanya ingin Bintang menjadi anak yang tahu arah, dan punya karakter kuat,” ungkap sang ayah, Febriyansyah Putra.
Pihak sekolah pun tak kalah bangga. Guru-gurunya melihat Bintang bukan hanya sebagai siswi cerdas, tapi juga sebagai pribadi yang mampu menginspirasi teman-temannya. Ia aktif di OSIS, Pramuka, Choir, hingga berbagai organisasi kesiswaan.Kini, Bintang tengah mengikuti ajang nasional Bintang Sobat SMP 2025, sebuah program prestisius dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Ia lolos tahap awal dan tengah menjalani kurasi profil siswa tingkat nasional.
Kemenangan dalam lomba puisi ini bukan hanya tentang podium. Ini tentang perjalanan panjang seorang remaja perempuan dari Muara Enim yang percaya bahwa dengan puisi, ia bisa menggugah. Dengan cerita, ia bisa menginspirasi. Dan dengan suara, ia bisa mengubah.
Dari banyak anak seusianya yang sibuk bermain gawai, Bintang memilih bersahabat dengan bait-bait kata. Ia sadar, dunia boleh berubah, tetapi nilai dalam puisi dan literasi akan selalu hidup.
Maka, jika suatu hari nanti nama Bintang bersinar di tingkat nasional bahkan internasional, semua orang di Muara Enim akan bisa berkata: “Kami sudah melihatnya dari awal—ia memang Bintang yang sesungguhnya.”


Dari Lomba Basket hingga Panggung Nasional
Sejak kecil, Bintang telah akrab dengan olahraga. Ia tergabung dalam Muara Enim Basket Sehat (MBS) Academy dan sudah berkompetisi sejak usia SD. Tak tanggung-tanggung, ia pernah meraih:
Juara 1 Turnamen Basket Tunas Cup 2022 di Lahat,
Juara 2 Basket Bupati Cup X 2022 di Muara Enim,
Partisipasi dalam 3×3 Basketball Championship se-Sumsel 2023.
Meski kini mulai dikenal lewat dunia sastra, dunia olahraga tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam kesehariannya.
Kemudian Tak banyak remaja seusia Bintang yang bisa meracik kopi dengan teknik V60. Tapi Bintang melakukannya — dan bahkan ikut serta dalam lomba-lomba kopi tingkat kabupaten dan provinsi, seperti:
Barista Junior V60 Season 3 Sumsel 2024
Tampil dalam Gebyar UMKM & Koperasi Kabupaten Muara Enim 2024
Menjadi Barista Cilik dalam Launching Gerai Oleh-Oleh Muara Enim 2021
Ia bahkan menjadi anggota tetap di Komunitas Muara Enim Coffee (MEC). Dunia kopi, baginya, bukan hanya tentang minuman, tapi tentang seni dan ketenangan**.
Bakat berbicara di depan umum menjadikan Bintang sering dipercaya menjadi pengisi acara, baik dalam storytelling, pembacaan puisi, hingga MC. Ia pernah menjadi:
Juara 1 Lomba Bercerita Tingkat Kabupaten Muara Enim 2024,
Juara Favorit Lomba Mendongeng Forum Peduli Muara Enim 2023
Pengisi acara Wisuda Tahfidz, Graduation Sekolah, dan Event Literasi di berbagai kecamatan.
Tak hanya itu, Bintang juga tergabung dalam organisasi seperti:
Duta Literasi SMP Bukit Asam
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR)
Divisi Media & Kreatif REPETISI Community
Karang Taruna Kecamatan Muara Enim
SMPBA Choir (Paduan Suara SMP Bukit Asam)
Olimpiade dan Kompetisi Akademik: Medali dari Berbagai Bidang
Bintang juga piawai di bidang akademik. Ia telah mengoleksi lebih dari 50 medali dan predikat juara dalam berbagai olimpiade tingkat nasional, seperti:
Medali Emas OSBN Bahasa Indonesia 2023,
Medali Perak FORNAS Matematika, IPA, dan SBdP 2024,
Medali Perunggu Olimpiade Pelajar Nasional & Kejuaraan Sains Nasional (PKN, IPS, Bahasa Inggris)
Predikat A+ Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan SBdP dari Yayasan Berlian Hati Mulia
Melihat seluruh pencapaian Bintang, satu hal menjadi jelas: ia bukan sekadar siswa biasa. Ia adalah simbol dari generasi muda Indonesia yang berani eksplorasi, penuh semangat, dan tak takut mencoba hal baru.
Dengan segudang prestasi dari puisi, olahraga, kopi, akademik, seni, hingga digital, Bintang Nazhifah Banafsha membuktikan bahwa batas itu hanya ada jika kita membiarkannya.

 

Pos terkait