Sampaikan Ceramah Melalui Kisah-kisah Lucu

Ustad Das,ad Latief

Ustadz Das’ad Latif dikenal berkat kemampuannya membawakan ceramah dengan gaya santai dibalut kisah-kisah lucu. Sering kali dia bahkan tidak ragu menyindir realita yang terjadi di antara para jamaah.

Pria asal Pinrang ini dibekali pula dengan ilmu agama yang kredibel sebab, di luar gelarnya untuk keilmuan umum. Selain berinteraksi dengan jamaah secara langsung, dia juga kerap menyapa pendengarnya lewat YouTube.

Bacaan Lainnya

Ustadz Das’ad Latif barangkali termasuk penceramah dengan keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat. Jika melihat pada riwayat pendidikannya, dia menempuh jurusan untuk jenjang keilmuan yang sama dengan konteks berbeda. Agaknya pendakwah kondang asal Sulawesi Selatan ini tidak mementingkan satu aspek dibanding aspek lainnya.

Sebagai contoh, saat dia menempuh kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi untuk strata sarjana, di lain kesempatan juga belajar Peradilan Islam dalam jenjang yang sama. Demikian terus apa yang dia lakukan sampai akhirnya meraih gelar doktor di bidang keilmuan umum dan agama. Secara singkat, bisa pula disimpulkan bahwa beliau adalah sosok yang sangat mementingkan pendidikan.

Bermodalkan ilmu yang diperoleh dari institusi resmi, dirinya mulai berdakwah di kajian lokal, baik langsung maupun lewat saluran televisi setempat. Dengan cara bicara khas orang Sulawesi Selatan, Das’ad mampu memikat para pendengar secara nasional. Bahkan, isi ceramahnya relevan bagi semua kalangan, di mana sering kali membahas seputar filosofi hidup.

Tahun 2021, dirinya mulai tampil di stasiun televisi swasta nasional. Dia diundang mengisi di beberapa saluran seperti NET, SCTV, hingga tVOne. Salah satu acaranya pada tahun tersebut yakni Hikmah di Balik Kisah, dan kemudian tahun 2021 pernah membawakan Syiar Akbar. Berkat hal itu, sekarang nama Ustadz Das’ad Latif semakin dikenal oleh publik di Indonesia.

Kemudian, dai kondang ini juga menulis beberapa judul buku tentang Islam, di samping menekuni kesibukannya sebagai dosen. Salah satu bukunya bahkan bernuansa politik seperti Pilkada: Nikmat Atau Bencana? Pemikiran Politik Seorang Da’i. Tulisan beliau tidak hanya mampu menyentuh sisi nafsiah pembaca, melainkan pula akliah mereka.(ist)

Pos terkait