Muara Enim dapat Bantuan 4.716 Hektar Peremajaan Sawit Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Menko Perekonomian RI) Airlangga Hartarto, Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan penanaman perdana peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Muara Enim.

INFOKITO.ID,MUARA ENIM—Kabupaten Muara Enim mendapatkan bantuan 4.716 hektar Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Secara simbolis penanaman sawit baru tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Menko Perekonomian RI) Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin RI) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Wamendag RI) Jerry Sambuaga di di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Desa Kencana Mulia, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Jum’at (0/3/2022).

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua PBNU KH Yahya Staquf, Wakil Ketua PBNU, KH Nusron Wahid, Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB.H. Ace Hasan, Anggota Komisi III DPR RI, Kahar Muzakir. Kemudian Direktur Utama BPDP-KS Eddy Abdurrachman, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto

Bacaan Lainnya

Dalam kunker yang sekaligus Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-99 (16 Rajab 1344-1443 H) tersebut. Menko Perekonomian Air Langga Hartarto, Menperin Agus Gumiwang, Wamendag Jerry Sambuaga dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru, Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar dan juga Direktur Utama BPDP-KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) melakukan penanaman perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kemudian juga digelar temu bersama UMKM dan Petani Sawit, penyerahan bantuan PSR atau replanting. Serta menyerahkan Sertifikat Perhutanan Sosial kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah sangat mendukung program NU karena sangat membantu masyarakat seperti salah satunya adalah replanting sawit ini. Tanaman sawit ini menjadi komoditas utama Indonesia, terbukti setiap tahun sebagai penyumbang devisa bagi negara terus meningkat dan terakhir pada tahun 2021 telah menghasilkan devisa sebesar USD 32 miliar atau setara sekitar Rp460 triliun.

“Komoditas sawit ini di masa pandemi terus berjalan dan diperlukan masyarakat, bukan hanya Indonesia tapi global,” ujarnya.

Lanjut Airlangga, pihaknya juga memberikan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk masyarakat sawit yang tergabung dalam koperasi. Dari BPDPKS akan memberikan KUR untuk petani sawit per hektar sebesar Rp30 juta dari Rp25 juta. Sebelumnya dengan bunga lunak hanya sebesar 3 persen dari sebesar 6 persen sebelumnya dengan pembayaran cicilan 4-5 tahun.

Untuk diketahui pemerintah menyiapkan untuk 180 ribu hektar se- Indonesia. Modal untuk penanaman awal bisa menggunakan KUR dimana ini bekerjasama dengan perbankan dan Imbara Daerah. Berkaitan dengan KUR, dulu nilainya adalah Rp283 triliun dan dinaikkan 30 persen menjadi Rp373 triliun, seluruh sektor ekonomi bisa mendapatkannya.

Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk mensupport seluruh kebun termasuk juga karet dimana Sumsel juga merupakan penghasil karet terbesar di Indonesia.

“Provinsi ini (Sumsel, red) memberikan kontribusi terbesar yaitu 28,56 persen terhadap total produksi Indonesia atau rata-rata produksi sebesar 985.982 ton per tahun. Nilai KUR kita naikkan dari Rp25 juta menjadi Rp30 juta, sedangkan bunga lunak kita subsidi dari 6 persen menjadi 3 persen. Jadi pemerintah serius ingin mensejahterakan petani,”  papar Airlangga Hartarto.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan penanaman atau replanting pohon sawit bisa dilaksanakan di Sumsel atau tepatnya di desa Kencana Mulya, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim. Ini mungkin akan menjadi sejarah yang belum tentu terulang lagi bisa didatangi langsung oleh beberapa Menteri.
“Rakyat kami hanya ingin perekonomian semakin membaik, harga karet, sawit dan lain-lain terus naik dan stabil termasuk harga Minyak Goreng,” terang HD.

H Herman Deru mengatakan program pemberian bantuan peremajaan sawit rakyat oleh Pemerintah Pusat merupakan program yang sangat berarti bagi keberlangsungan kebun sawit termasuk bagi kesejahteraan para petani sawit.  “Bantuan yang diberikan untuk penanaman ini merupakan angin segar bagi keberlangsungan kebun sawit yang ada di Sumsel sebab perhektarnya mendapatkan modal Rp 30 juta,”  terang Herman Deru.

Sementara itu, Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar berharap dari momen ini akan terjadi kebangkitan ekonomi kerakyatan utamanya di bidang pertanian. Ia mengucapkan terima kasih atasnama Pemkab Muara Enim, H Nasrun Umar mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang telah memberikan bantuan dana bagi peremajaan sawit rakyat di Kabupaten Muara Enim seluas 4.716 hektar.

Lebih lanjut dijelaskan Pj Bupati bahwa hingga Februari ini, Pemkab Muara Enim masih mengusulkan 1.399 hektar lagi. Sehingga target bantuan peremajaan kelapa sawit rakyat eks-plasma PTPN VII tahun 2021 ini mencapai 6.115 hektar.(dang)

Pos terkait