Kompor Induksi Ramah Lingkungan

Pj Bupati Naseun Umar saat menghadiri Sosialisasi Electrifying Lifestyle PT PLN di halaman Pemkab Muara Enim.

INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim, mendukung langka PT PLN memprakarsai gerakan Electrifying Lifestyle pada masyarakat khususnya di Kabupaten Muara Enim.

Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar (HNU), mengatakan program electrifying lifestyle seperti penggunaan kompor listrik, motor dan mobil tenaga elektrik sangat membantu negara dalam upaya mengurangi konsumsi LPG dan BBM.

Bacaan Lainnya

“Electrifying Lifestyle yang diprakarsai PLN bukan hanya akan mengubah gaya hidup masyarakat, tapi juga menghentikan ketergantungan dengan gas elpiji dan BBM yang tentunya berdampak berkurangnya beban negara,”ujar HNU saat sosialisasi Electrifying Lifestyle PT PLN di Halaman Pemkab Muara Enim, Jumat (28/1/2022).

HNU menyebut upaya memperkenalkan Electrifying Lifestyle masih menemui kendala. Diantaranya harga produk Electrifying Lifestyle saat ini masih relatif mahal dan tentu tidak bisa dijangkau oleh masyarakat menengah kebawah.

“Hal tersebut masih dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas. Jadi kedepan, PLN harus bisa mencari terobosan atau inovasi bagaimana barang-barang yang menggunakan listrik tersebut bisa lebih murah dan dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah yang lebih dominan,”  ujar HNU.

Kendati begitu, HNU mengatakan teknologi tentu harus menyesuaikan, dan diharapkan kedepan ada perkembangan teknologi sehingga harganya bisa terjangkau.

Manager PLN UP3 Lahat Triyono mengatakan bahwa PLN sedang memperkenalkan Electrifying lifestye dimulai dari penggunaan kompor induksi. Di mana, jika menggunakan kompor induksi ini akan lebih hemat 30 persen bila dibandingkan dengan menggunakan kompor gas.

“Selain itu kompor induksi dikenal ramah lingkungan karena kompor induksi tidak membuang emisi seperti CO2 sehingga aman terhadap lingkungan. Tampilan kompor yang ramping dan berbentuk datar dengan lapisan kaca akan mempermudah pengguna membersihkannya,” ungkapnya.

 

Begitu juga untuk kendaraan listrik motor dan mobil. Kalau untuk motor dan mobil dengan kapasitas baterainya bisa menempuh jarak 60 Km dan juga mobil listrik.

Tetapi jika ingin jarak tempuhnya semakin jauh, bisa ditambah baterai cadangan sehingga ketika habis bisa langsung dipindahkan ke baterai cadangan.

Jika baterai habis bisa dilakukan pengecasan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah tersebar dan akan terkoneksi ke Sumsel, Jambi dan Bengkulu.

“Mobil listrik ini, kata dia, sangat hemat pengeluaran jika dibandingkan dengan mobil konvensional, ini sudah diujicoba rute Palembang-Jambi, jika dirupiahkan hanya menghabiskan biaya sebesar Rp60 ribu,”tuturnya.

Namun meski banyak keunggulannya, Triyono mengakui saat ini untuk harga kendaraan listrik masih terbilang mahal. Untuk itu, dirinya berharap kedepan dengan kemandirian Indonesia membuat baterai sendiri apalagi didukung bahan baku baterai yang melimpah di Indonesia maka dengan sendirinya harga kendaraan listrik tersebut akan semakin murah.

“Sebab, harga baterai listrik tersebut cukup mahal yakni sekitar 60-70 persen dari harga mobil itu sendiri. Makanya kalau Indonesia bisa membuat baterai sendiri harga kendaraan akan jauh bisa lebih murah,” kata dia.(dang)

Pos terkait