INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Kegiatan safari ramadhan yang menjadi tradisi tahunan Pemerintah Kabupaten Muara Enim berakhir lebih cepat tahun ini. Hal tersebut mensikapi kasus wabah Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan yang melonjak belakangan terakhir.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Muara Enim H Alfarizal, mengatakan kegiatan safari ramadhan Pemkab Muara Enim yang diagendakan berakhir 9 Mei 2021 harus dihentikan ditengah jalan.
Menurutnya safari ramadhan yang dilaksanakan Senin (3/5/2021) merupakan agenda safari terakhir tahun ini. Guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Muara Enim. Maka, kegiatan safari ramadhan malam ini di Desa Sugi Waras, Kecamatan Rambang merupakan terakhir dilaksanakan.
Dikatakan Alfarizal, sesuai dengan instruksi Plh Bupati memang di setiap pelaksanaan kegiatan safari ramadhan sudah menerapkan protokol kesehatan. Baik itu dari Pemkab Muara Enim ataupun masyarakat desa yang dikunjungi.
Namun situasi wabah Covid-19 diwilayah Sumatera Selatan yang memerlukan penanganan serius sehingga turut memangkas beberapa kegiatan penting salah satunya kegiatan safari ramadhan. “Pemkab memastikan kedepan tentu hal baik ini akan terus dilaksanakan guna menjalin tali silaturahmi antar Pemerintah dengan masyarakat,”ungkap Alfarizal mewakili Plh Bupati Muara Enim menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di Desa Sugi Waras, Kecamatan Rambang, Senin (3/5).
Dirinya juga berharap pandemi Covid-19 akan cepat berakhir. Sehingga dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana mestinya, dengan satu catatan harus terus dan terus mentaati protokol kesehatan Covid-19.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ust H Zulkarnain yang pada isi nya mengajak masyarakat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih lagi di bulan Suci Ramadhan. Kegiatan diakhiri penyerahan bantuan kepada desa, Pengurus Masjid dan Masyarakat Sugi Waras sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Muara Enim, H Zulfikar SAg MM membenarkan bahwa terhitung Selasa (4/5) kegiatan safari ramadhan pak bupati dan para pejabat kita stop. Tujuannya untuk memutus penyebaran covid di Kabupaten Muara Enim. Zulfikar menerangkan untuk kegiatan safari ramadhan di Kabupaten Muara Enim sebenarnya hanya dilakukan di desa dalam kecamatan yang zona hijau. Sedangkan kecamatan zona merah, kuning dan orange tidak dikunjungi dalam safari ramadhan tahun ini.”Pak bupati sudah melaksanakan safari ramadhan di 16 desa dalam 17 kecamatan semuanya dalam zona hijau. Sementara 5 kecamatan lain zona merah, kuning dan orange tidak dikunjungi. Sementara masih tersisa 6 desa lagi yang belum dikunjungi, ” jelas dia.
Meski safari ramadhan distop sambung Zulfikar, untuk bantuan ke desa atau masjid yang sudah diagendakan oleh Pemkab Muara Enim tetap akan diberikan. Adapun bantuan yang diberikan Pemkab Muara Enim mesin genset, jam digital, dua lampu emergensi. “Teknis pembagian bantuan tersebut, bisa tim pemkab yang datang ke desa atau kita panggil pengurus dan kades untuk datang,” ujar Zulfikar.
Zulfikar menjelaskan adapun 6 desa yang belum didatangi tim safari ramadhan yakni Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing, Desa Indramayu Kecamatan Panang Enim, Desa Babat Kecamatan Belide Darat, Desa Petanang Kecamatan Lembak, Desa Air Talang Kecamatan Rambang Niru dan Desa Bulang Kecamatan Belimbing.(dang).





