Rafflesia Arnoldi Mekar di Hutan Semende

 

INFOKITO.ID,MUARA ENIM—Jika biasanya bunga rafflesia arnoldi banyak ditemukan di kawasan hutan di Provinsi Bengkulu. Sebuah bunga rafflesia arnoldi sedang mekar di kawasan hutan Semende, bunga yang biasanya mengeluarkan bau busuk tersbeut ditemukan secara tidak sengaja oleh rombongan @pak_gore saat ekspedisi ke hutan Pagar Agung, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) Kabupaten Muara Eim, untuk mengeksplorasi air terjun. Saat ditemukan sejumlah pemuda-pemudi mengabadikan bunga rafflesia arnoldi tersebut dengan foto bersama di depan bunga itu.

Saat ditemukan, lima helai kelopaknya sudah membuka secara sempurna. Biasanya, kelopak bunga hanya mekar selama 5–7 hari. Penemuan bunga rafflesia arnoldi tersebut diunggah ke media sosial pesona sriwijaya dan direpot oleh salah seorang staf Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim, kemarin siang.

Diketahui bahwa rafflesia arnoldi merupakan jenis tumbuhan yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 dan Permen LHK Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018.

Dikutip dari berbagai sumber, bahwa Bunga Rafflesia memiliki nama latin Rafflesia Arnoldii. Di Indonesia ada beberapa jenis bunga Rafflesia yang ditemukan di daerah pulau Sumatera, yaitu Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Gadutensis, Rafflesia Hasselti dan Rafflesia Bengkuluensis.

Bunga Rafflesia memiliki bentuk yang tidak menjulang ke atas namun melebar ke samping. Ia memiliki lubang yang besar di tengah, dan kelopaknya indah serta memiliki warna merah bata.

Bunga Rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit yakni menyerap nutrisi tanaman induk atau tanaman inangnya. Bunga rafflesia berasal dari marga Rafflesiaceae dan termasuk sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran.

Memiliki diameter lebar yang bervariasi tergantung jenisnya. Diameter jenis Rafflesia Arnoldi bisa mencapai 1 meter, dan untuk jenis Rafflesia Patma biasanya memiliki diameter 35 hingga 40 cm.

Dalam satu Bunga Rafflesia, ada dua jenis kelamin yang biasa disebut dengan bunga berumah dua.

Bunga Rafflesia dapat tumbuh dengan biji hasil dari pembuahan jantan dan betina. Namun, biji tersebut sulit ditemukan karena pembuahan sendiri haruslah terjadi pada satu tanaman disaat mekar.

Nama Rafflesia arnoldii berasal dari gabungan dari nama Dr. Joseph Arnold yang merupakan penemunya, sekaligus pemandu seorang pimpinan ekspedisi, Thomas Stamford Raffles. Bunga Rafflesia endemik di Pulau Sumatera, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan). Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan daerah konservasi utama spesies ini. Bunga Rafflesia jenis ini serta genusnya yang lain sudah berstatus terancam karena banyaknya penggundulan hutan.

Bunga Rafflesia arnoldii merupakan parasit tidak berakar, tidak berdaun, dan tidak bertangkai. Diameternya ketika sedang mekar bisa mencapai 1 meter dengan berat sekitar 11 kilogram. Bunga Rafflesia arnoldii menghisap unsur anorganik dan organik dari tanaman inang Tetrastigma. Bunga Rafflesia arnoldii juga mempunyai lima daun mahkota yang mengelilingi bagian yang terlihat seperti mulut gentong. Di dasar Bunga Rafflesia arnoldii, terdapat bagian seperti piringan berduri, berisi benang sari atau putik bergantung pada jenis kelamin bunga, jantan atau betina. Hewan penyerbuknya adalah lalat yang tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan Bunga Rafflesia arnoldii. Bunga Rafflesia arnoldii hanya berumur sekitar satu minggu, setelah itu akan layu dan mati. Persentase pembuahan sangat kecil, karena bunga jantan dan bunga betina sangat jarang bisa mekar bersamaan dalam satu minggu, itu pun kalau ada lalat yang datang membuahinya.

“Ini langkah, bunga rafflesia arnoldi bisa tumbuh di kawasan Semende. Biasanya banyak terdapat di kawasan hutan Provinsi Bengkulu. Warnanya bagus, walaupun baunya busuk. Kekayaan alam ini yang harus dijaga, agar tetap lestari,” komentar Nata salah seorang warga Muara Enim saat melihat bunga rafflesia arnoldi diposting dimedsos.(dang)

Pos terkait