4 Jembatan Putus, 6 Tanggul Air Rusak

INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Ditengah kondisi masyarakat yang sulit akibat pandemi corona, para petani persawahan Ataran Pauh Ijang, Desa Siring Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim terpaksa gigit jari.Pasalnya puluhan bidang padi di persawahan  mereka dilahan seluas 10 Hektare, dipastikan gagal panen akibat tertimbun longsor, Jumat (1/5/2020).

Bencana longsor mengakibatkan salah satu areal persawahan potensial di Kabupaten Muara Enim tersebut habis tertutup tanah berlumpur. Padahal sawah dalam kondisi siap panen. Kepala Desa Siring Agung, Nur Kumalah menuturkan longsor menghanyutkan sedikitnya 20 bidang sawah milik petani setempat yang berada areal seluas 10 hektare.

“Bukan cuma sawah yang habis, infrastruktur jembatan akses persawahan ada 4 unit putus, 6 unit tanggul air rusak serta 1 ekor sapi milik petani juga hanyut terbawa longsor,” kata Nur, Sabtu (2/5).

Nur mengatakan, longsor yang menimbun sawah membuat para petani didesanya pasrah. Sebab, hasil pertanian yang mereka idamkan harus pupus lantaran dipastikan sawah gagal panen.

“Kejadian ini membuat hasil panen petani menurun, kami berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat memberikan bantuan langsung bagi petani terdampak serta segera memperbaiki infrastruktur pertanian yang rusak,”kata Nur.

Peristiwa longsor menimpah persawahan diwilayah SDU juga membuat Plt Bupati Muara Enim H Juarsah meninjau langsung ke lokasi, Sabtu (2/5). Juarsah mengatakan longsor mengakibatkan 10 hektar sawah yang terdiri dari 35 petak milik 35 keluarga hancur tertimbun tanah dan dipastikan gagal panen.

Di lokasi kejadian, Plt Bupati menginstruksikan Plt Kadin PUPR yang turut serta mendampingi untuk segera menormalisasi area persawahan dan memperbaiki tanggul air yang hancur. “Sehingga dapat segera mengaliri persawahan yang masih ada, termasuk membangun kembali jalan serta beberapa jembatan kecil yang hancur,”terang Juarsah.

Untuk pemulihan lahan persawahan, Juarsah  menginstruksikan Plt. Kadin Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) segera menginventarisir kerugian serta kebutuhan warga yang terdampak dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurut Juarsah, Longsor ini tidak hanya berdampak pada persawahan Desa Siring Agung saja, namun juga berimbas pada aliran air persawahan dan sumber air bersih di desa tetangga, yaitu Desa Aremantai dan Desa Pajar Bulan.

“Kepada para warga yang terdampak dan gagal panen kami mengharapkan agar berbesar hati dan ikhlas menghadapi ujian ini. Pastinya Pemkab Muara Enim akan membantu dan mendampingi warga untuk memulihkan kembali lahan persawahan,”pesannya.(dang)

Pos terkait