INFOKITO.ID,MUARA ENIM— Pemkab Muara Enim peringatan hari ibu ke-91, yang berlangsung di gedung kesenian Putri Dayang Rindu, Muara Enim, kemarin (12/12). Acara tersebut berlangsung semarak dengan beragam kegiatan diantaranya penampilan paduan suara dari berbagai organisasi wanita, penampilan pemenang lomba busana batik khas Muara Enim, lomba nasi goreng bapak-bapak antar OPD dan pembagian hadiah lomba.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH yang diwakili oleh Sekda Muara Enim Ir H Hasanudin Msi, tamu undangan perwakilan pejabat Forkominda, Ketua DWP Hj Linda Hasanudin, ketua organisasi isteri DPRD Ny Aries HB, pengurus PKK dan ratusan ibu-ibu pengurus dan anggota organisasi wanita yang ada di Kabupaten Muara Enim.
Saat menyampaikan sambutan Sekda Muara Enim Ir H Hasanudin Msi membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Dia berharap perempuan Indonesia turut andil dalam memajukan Indonesia.
“Momentum hari ibu, kami harapkan mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kemajuan perempuan Indonesia sebagai sumber daya potensial pembangunan,” ujar Hasanudin pada kesempatan tersebut.
Hasanudin menerangkan, Pemerintah menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu. Peringatan hari ibu ke-91 mengangkat tema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”.
Tema itu diharapkan dapat menginspirasi para pemangku kepentingan di pusat maupun daerah, untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. “Agar menjadi perempuan tangguh mandiri, kreatif dan dapat melahirkan generasi yang membanggakan,” papar Hasanudin.
Sambung Hasanudin, hari ibu dimaknai sebagai hari kebangkitan perempuan Indonesia dan merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa. Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” menjadi penyemangat bahwa Kaum perempuan Indonesia. Tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Peringatan Hari Ibu tahun 2019 adalah Peringatan Hari Ibu yang ke 91 kalinya. Sudah 91 tahun sejak Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu keputusan Kongres Perempuan Indonesia tersebut adalah membentuk organisasi PPPI yang kepanjangannya adalah Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia. Hari Ibu ditetapkan pertama kali oleh Presiden Sukarno pada tanggal 16 Desember 1959 di Jakarta dengan Kepres Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan hari libur.
“Harapannya kedepan para ibu, memiliki peran dalam pembangunan di Indonesia khususnya di Kabupaten Muara Enim. Namun tidak melupakan kodratnya sebagai kaum ibu dalam keluarga,” pesan Hasanudin.
Puncak acara peringatan hari ibu ke-91 tingkat Kabupaten Muara Enim tersebut ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan oleh Ketua DWP Hj Linda Hasanudin dan pengurus organisasi wanita lainnya. Serta pembagian hadiah lomba festival busana batik Muara Enim, hadiah lomba fashion Show antar OPD, hadiah lomba desain motif batik khas Muara Enim, lomba masak nasi goreng.(dang)





