Gas Kota Lebih Praktis dan Hemat

INFOKITO.ID,MUARA ENIM—Sejak akhir 2018 lalu, sebagian dari masyarakat Kota Muara Enim dan masyarakat Kecamatan Ujanmas sudah menikmati aliran gas kota,  untuk keperluan memasak rumah tangga. Penggunaan gas kota ini diklaim lebih hemat dari pada menggunakan gas tabung atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Di dua wilayah yakni Kota Muara Enim dan Kecamatan Ujanmas sudah terpasang 4.785 Sambungan Rumah (SR) gas kota. Sebagian dari 4.785 atau 2.642 SR gas kotanya sudah aktif atau tersambung ke dapur warga. Sementara sisanya masih fasil, dalam persiapan untuk difungsikan,” terang Rahman salah satu tekhnisi dari PT Pertagas Niaga Cabang Muara Enim, (1/11/2019).

Untuk jaringan gas kota terdiri dari lima sektor yakni sektor Ujanmas terdapat 1.300 SR dengan rincian 794 SR aktif sejak 16 September 2018 dan 506 SR masih fasip. Untuk di Kota Muara Enim terdiri dari empat sektor yakni sektor ME 01 rinciannya 1.188 SR dengan 880 SR yang sudah aktif sejak 19 Oktober 2018 dan 358 SR masih fasip. Sektor ME 02 terdapat 479 SR dengan 310 SR sudah aktif sejak 22 November 2018 dan 169 SR masih fasip. Sektor ME 03 dengan 930 SR dengan 530 SR aktif sejak 8 desember 2018 dan 400 SR masih fasip. Sementara di sektor ME 04 terdapat 888 SR dengan 178 SR aktif dan 710 SR yang masih fasip.

Untuk jaringan gas kota di Muara Enim dan Ujanmas, kata Rahcman menggunakan sistem meteran  pembelian pulsa seperti halnya PLN. “Penggunaannya menyesuaikan kemampuan pelanggan. Pulsa gas tersedia mulai dari Rp20 ribu dengan mendapatkan 4,3 kubik, hingga pembelian pulsa tanpa batas,” tutur Rahman.

“Untuk pembelian pulsa gas kota, pelanggan tak perlu khawatir. Setidaknya ada 20 agen yang menjual pulsa gas kota. Selain itu, juga ada kerjasama dengan minimarker Alfamart, di sana juga bisa membeli pulsa gas kota,” tambah Rahman lagi.

Apa keunggulan dari masyarakat menggunakan gas kota ini? Rahman mengungkapkan pelanggan tentunya akan lebih praktis dan hemat. “Lebih praktis tidak perlu lagi harus gonta-ganti lagi tabung gas saat gas habis. Lebih hemat, gas kota lebih hemat dari penggunaan gas tabung LPG. Contonya, pulsa gas kota Rp100 ribu mendapatkan 10 kg/kubik. Sementara gas tabung 12 kg harganya diwarung sektar Rp165 ribu. Melihat perbandingan tersebut tentunya, penggunaan gas kota lebih hemat untuk rumah tangga,” urai Rahman.

Bagaimana jika ada keluhan dalam penggunaan gas kota ini? “Disetiap sektor, kita menyiapkan satu orang untuk tekhnisi. Keluhannya bisa disampaikan ke tehnisi, atau bisa datang langsung ke kantor PT Pertagas Niaga Muara Enim di Jl Tembesu Kelurahan Pasar I Muara Enim,” pungkas Rahman.

Salah satu warga pengguna gas kota, Prapti, warga Kelurahan Air Lintang, Kota Muara Enim. Dia mengungkapkan bahwa menggunakan gas kota memang lebih praktis dan hemat. “Kita tinggal cetek kompor saja kalau ingin memasak tanpa khawatir gas habis. Sebab kalau gas mau habis kita bisa melihatnya, tinggal isi pulsa. Tidak perlu repot lagi, mau ganti tabung kalau gas habis,” ujar dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah satu warga Ujanmas Baru, Andi Candra menerangkan gas kota sudah hidup sejak akhir 2018 lalu. Dengan adanya gas kota ini, lebih memudahkan isterinya memasak. Tidak khawatir lagi harus gonta-ganti tabung gas kalau habis. “Penggunaan gas kota sama seperti listrik, kalau gas mau habis kita tinggal beli pulsa gas saja,” tutur Andi.

Hanya saja kata Andi, dari sekitar seribu lebih jaringan gas kota yang terpasang di Ujanmas. Yang aktif baru sekitar 60 persen, sementara sisanya belum bisa digunakan. Apa yang menjadi kendala, warga tidak tahu. Contohnya, di rumahnya gas sudah aktif, sementara gas di rumah tetangganya belum aktif, padahal dalam satu jalur. Tentunya, ini harus secepatnya difungsikan, agar bisa dimanfaatkan warga.”Kalau sekarang ini, gas kota yang belum terpasang terkesan mubazir,” ujar dia.

Terhadap gas kota yang belum aktif, Andi berharap Pemkab Muara Enim bisa menyampaikan permasalahan yang ada ke operator yang menangani gas kota ini. “Kalau semua gas kota yang terpasang ke rumah warga semuanya aktif. Tentunya yan diuntungkan pengelola dan warga bisa menikmati dari kemudahaan menggunakan gas kota. Jangan sampai, jaringan sudah terpasang di rumah-rumah, tapi penggunaannya belum bisa,” tutur Andi Candra.

Target Pasang 100 Ribu SR Gas Kota

            Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muara Enim, Drs Syarpuddin Msi melalui Kabid Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir Edy Irson Msi menerangkan jaringan gas kota untuk Kecamatan Ujanmas dan Kota Muara Enim sudah terpasang 4.785 SR, yang sudah aktif sekitar 2600 SR lebih, sementara sisanya belum bisa dimanfaatkan  karena masih terkendala di meteran gas. “Kendala ini sudah kita sampaikan ke pihak Pertagas agar  gas kota yang belum aktif dan sudah terpasang ke rumah warga, bisa secepatnya diaktifkan agar bisa dimanfaatkan warga,” kata Edy Irson saat dibincangi di ruang kerjanya.

“Untuk 2020 mendatang, kita sudah melakukan desain pengembangan jaringan gas kota untuk Kota Muara Enim dan Ujanmas,” jelas Edy.

Kemudian, di 2020  dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan di Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Gelumbang dengan 8.044 SR yang akan dipasang. Sementara untuk pemasangan jaringan gas kota di kecamatan lain, dilakukan secara bertahap. Seperti untuk kecamatan Gunung Megang, Belimbing, Rambang Niru, Empat Petulai Dangku, Lubai, Lubai Ulu, Gelumbang, Lembak dan Belide Darat. Kecamatan-kecamatan yang berdekatan dengan sumber gas, bari dari Medco, Pertamina. Tentunya potensi untuk dipasang jaringan gas kota cukup besar. Kita akan siapkan Detail Engineering Design (DED) untuk jaringan gas kota kecamatan tersebut. “Sebab sebagaimana visi misi bupati dan wakil bupati, Pemkab Muara Enim sudah menargetkan setidaknya lima tahun kedepan hingga 2023 ada 100 SR jaringan gas kota yang terpasang ke rumah warga,” pungkas Edy Irson.(dang)

 

 

Pos terkait