INFOKITO.ID,BATURAJA – Banjir di RT 10 dan RT 12 kelurahan Talang Jawa, hingga 31 Agustus, belum surut. Padahal hujan yang menyebabkan banjir terjadi 27 Agustus malam pekan lalu. Praktis selama empat hari, kawasan RT 10 dan RT 12 berubah menjadi kolam berair coklat pekat.
Kondisi ini menyusahkan warga. Pasalnya, puluhan rumah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari setengah meter hingga dua meter. Selain itu, aktifitas warga juga terganggu. “Sering banjir, tapi yang parah banjir sekarang ini. Sampai berhari-hari,” kata Soleh warga RT 10, Sabtu (31/8/2019).
Masyarakat menyebutkan penyebab banjir diduga karena proyek pembuatan box culvert di kelurahan Tanjung Agung. Saat box culvert dibangun justru saluran air lainnya amblas. “Kemungkinan gorong-goring lama ambruk. Sehingga saluran air tertutup tanah dan sampah. Ini yang membuat air limbah di RT 10 dan 12 tidak bisa mengalir,” tambahnya.
Kawasan RT 10 dan RT 12 memang dikenal sebagai kawasan langganan banjir. Namun, banjir selama ini terjadi hanya beberapa saat. Ketika hujan reda, genangan air juga surut. “Makmano nak surut kalau saluran buangnya tidak ada. Yang ada air yang menggenang terus bertambah,” imbuh Azis.
Pada 31 Agustus lalu, warga bergotong-rotong membersihkan pohon pisang yang tumbuh di atas saluran air. Sementara, satu alat berat kecil sejak Sabtu pagi mulai beroperasi membuat saluran buang.
Datangnya alat berat, sebenarnya sudah dijanjikan kontraktor pada 29 Agustus lalu. Namun, hingga Jumat (30/8) pagi, alat berat yang dinanti tak kunjung datang. “Janjinya ada alat berat yang akan didatangkan, tapi belum datang,” katanya pada 30 Agustus lalu.
Sementara itu, warga yang terdampak banjir mengeluh karena banjir membuat alat rumah tangga rusak. Bahkan, anak-anak di kawasan tidak sekolah selama empat hari. “Seragam sekolah kotor, buku pelajaran juga rusak,” cetus warga.
Kepala Dinas PUPR OKU H Helman melalui Sekretaris Chandra Dewana Dinas PUPR OKU mengaku belum mengetahui musibah tersebut. Namun dirinya memastikan akan berkoordinasi dengan pegawai terkait. “Nanti saya cek untuk diambil solusi,” tandas Chandra.(mam)





