INFOKITO.ID,LAHAT— Situs situs megalitik di Sumatera Selatan biasa dikenal dengan budaya megalitik Pasemah (Besemah), arealnya merupakan dataran tinggi yang memanjang sekitar 70 Kilometer arah barat laut – tenggara, antara Bukit Barisan dan Pegunungan Gumay, meliputi daerah yang luasnya 80 km 2.
Situs-situs terbesar di dataran tinggi, di puncak gunung, di lereng dan ada yang di lembah. Pada umumnya situs-situs megalitik berada di ketinggian 400-800 meter dpl. Berdasarkan hasil radio carbon dating dari beberapa lokasi situs diperkirakan budaya megalitik di Sumatera Selatan berkembang sekitar abad 10-11 Masehi.
Salah satu situs yanga akan dilakukan penelitian berada di wilayah Kecamatan Pajar Bulan, hal tersebut karena di Kecamatan Pajar Bulan merupakan wilayah yang cukup luas, sebagian besar lokasi-lokasi berada di dataran rendah.
Bertempat di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Pajar Bulan, Balai Arkeologi Sumatera Selatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Sosialisasi Hasil Penelitian Tata Ruang Kompleks Megalitik Situs-Situs Arkeologi di Kecamatan Pajar Bulan, kegaiatan yang diikuti oleh Pegawai Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam, perwakilan Tokoh Masyarakat, Mahasiswa, Penggiat Destinasi Wisata megalitik dan Perawat situs megalitik di Kecamatan Pajar Bulan dan Jarai Area tersebut mengajak seluruh generasi muda dan masyarakat tidak hanya menikmati dan menjaga situs megalitik akan tetapi gila-gilaan mempromosikan situs – situs maha karya dari Pasemah tersebut
Ketua Tim Penelitian dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Kristantina Indriastuti SS menyampaikan, situs arkeologi yang berada di Kecamatan Pajar Bulan meliputi situs Pajar Bulan, Situs Kota Raya Lembak, Situs Sumur, Situs Benua Raja, Situs Talang Tebat Serut dan Situs Pulau Panggung.
“Pada saat ini, sebagian besar lingkungan situs merupakan lahan sawah dan perkebunan kopi dan ada juga yang masih tertutup semak-semak belukar ada juga sebagian situs dapat dijumpai diperkampungan warga,” ujarnya, Senin (15/7/2019).
Kemudian mengenai temuan, megalitik di wilayah ini cukup beragam dan mempunyai bentuk yang sangat unik, langka, serta muncul dalam wujud yang sangat monumental.
“Seperti Bilik Batu, Lumpung Batu, Menhir, Batu Berelief, Dolmen, Batu Datar, Arca Megalitik, Tetralith, dan Batu Temu Gelang,” bebernya.
Sementara itu Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam Fauzi situs mengatakan, dinasnya baru bergabung pada tahun 2017.
“Itupun masih dalam pendataan, kedepan situs situs hasil penelitian tersebut, dimasukan pada kurikulum sekolah, sebab saat ini di kurikulum tingkat sekolah menengah atas yang ada hanya tentang materi mewarnai,” terangnya.
Sementara itu pemateri pada Sosialisasi Hasil Penelitian Dr Anggraeni mengatakan, generasi muda penting untuk menikmati dan melindungi cagar budaya. “Untuk itu setiap ada event, sebaiknya situs-situs megalitik sudah ditemukan dipromosikan, kemudian mengenai situs yang baru ditemukan seperti di Desa Kerung Lahat Selatan yang menurut warga ada beberapa batu dilaporkan ke Balai Arkeologi dan kalau bisa dilakukan penelitian,” terangnya.
Sementara itu penggiat pariwisata situs Megalitik Mario (Maryoto) mengajak, masyarakat Pasmah atau Masyarakat Besemah. “Ayo kita lestarikan, ayo kita wariskan kepada generasi kita peninggalan yang maha karya dan dahsyat ini,” ujarnya. (mar)





