INFOKITO.ID,MUARA ENIM – Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM dan istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muara Enim Ir Hj Sumarni Ahmad Yani menghadiri malam puncak pemilihan Bujang Gadis Serasan Tahun 2019.
Festival yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim itu berlangsung meriah dengan penampilan tarian kolosal sebagai pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan sebanyak 20 pasang finalis Bujang Gadis Serasan yang menunjukkan kebolehannya menari bersama di panggung Grand Ballroom Hotel Grand Zuri Muara Enim, Minggu (30/6/2019) malam.
Turut hadir Kepala Bappeda H Ramlan Suryadi, Kadiskominfo Ardian Arifandi, Kepala Balitbang Tarmizi Ismail, Kadispora Muara Enim Rusdy Hairulah, dan M Yazali pemain film anak kopi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selaku penyelenggara Festival Bujang Gadis Serasan serta Forkopimnda Kabupaten Muara Enim.
Selain pemilihan Bujang Gadis Serasan tahun 2019, Tim Penggerak PKK Kabupaten Muara Enim juga melaunching Film Anak Kopi. Acara tersebut diawali dengan persembahan tarian daerah Tanjung Aik Enim.
Menjelang tengah malam dilaksanakan pemilihan dari 20 pasang peserta finalis Bujang Gadis Serasan untuk dipilih menjadi 10 babak besar. Hingga akhirnya terpilih sebagai Bujang Serasan tahun 2019 M Hirzi Hadyanto asal Lawang Kidul, dan Gadis Serasan tahun 2019 Febrya Eka Dewanty asal Lawang Kidul.
Selanjutnya, diumumkan juga pemenang favorit versi pembaca Koran Enim Ekspres yakni Farisman yang juga menjadi juara harapan II Bujang Serasan dari Muara Enim dan Vera Tri Julianti dari Muara Enim.
Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Muara Enim sangatlah istimewa karena memiliki wilayah yang sangat luas. Kekayaan sumber daya alam dan memiliki keanekaragaman adat istiadat budaya yang berbeda pula.
Salah satu penggalian keanekaragaman itu adalah pemilihan Bujang dan Gadis Serasan tahun 2019 yang pesertanya berasal dari kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muara Enim. “Kami berharap yang terpilih adalah yang terbaik dan sesuai visi misi Muara Enim yang agamis, berdaya saing, mandiri, sehat dan sejahtera,” ungkap Bupati.
Dikatakan Bupati, Bujang dan Gadis atau generasi penerus yang terbaik saat ini dituntut memiliki daya saing, atau paling tidak memahami Bahasa Inggris, memahami teknologi serta memiliki pengetahuan kepariwisataan karena nantinya akan menjadi duta pariwisata Kabupaten Muara Enim yang akan diikutkan dan dibawa ke tingkat provinsi, nasional dan internasional.
“Saya berharap yang terpilih dapat mempromosikan wisata Muara Enim, di mana potensi wisata akan menjadi salah satu sektor unggulan di Muara Enim dan sektor pariwisata ini baru akan digali menjadi sektor unggulan. Saya juga mengapresiasi kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim dalam melaksanakan festival ini,” terang dia.
Selain itu, Bupati juga mengapresiasi kinerja Tim PKK Kabupaten Muara Enim yang melaunching film Anak Kopi. Dikatakan dia, film ini secara tidak langsung telah mengangkat potensi ekonomi lokal yakni agropolitan kopi di wilayah Semende. “Apa yang digambarkan di film Anak Kopi ini tergambar jelas, bahwa anak kopi yang dimaksud memiliki visi agamis, berdaya saing, mandiri, sehat dan sejahtera,” katanya.
Ketua Tim PKK Kabupaten Muara Enim, Ir Hj Sumarni Ahmad Yani menceritakan film Anak Kopi mengangkat visi misi Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM. Dikatakan Sumarni, Khalil yang menjadi sosok anak agamis kondisinya tak mampu. Namun dengan kemampuannya, dirinya bersaing dan menjadi pengusaha kopi hingga mengangkat derajat kehidupan keluarganya.
“Film ini dapat memotivasi semua masyarakat, bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin. Walaupun anggaran kecil tapi dengan kerja keras semua pihak, akhirnya film ini siap ditayangkan dan disaksikan bersama,” pungkas Marni.(lul)





