Terpaksa Ujian di Angkutan Umum

INFOKITO.ID,BATURAJA– Meskipun dalam keadaan yang tak memungkinkan untuk mengikuti ujian karena kecelakaan, Suhendra, siswa kelas XII SMAN 4 OKU tetap semangat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Di hari pertama UNBK, kemarin (1/4/2019), siswa jurusan IPS menjalani ujian dengan didampingi orang tuanya. Sepanjang ujian bahasa Indonesia kemarin, Suhendra duduk di angkutan umum. Sesekali ia meringis menahan sakit karena kaki kirinya patah

Suhendra mengalami kecelakaan lalu lintas pekan lalu. Saat itu, Suhendra dalam perjalanan dari rumahnya di kecamatan Lubuk Batang ke sekolah menggunakan sepeda motor. Saat di depan kantor KPP Pratama (pajak), Jl Lintas Sumatera, sepeda motornya masuk lubang.

Suhendra pun jatuh. Saat jatuh, dari arah berlawanan, ada mobil. Sehinga paha kiri Suhendra terkena bumper mobil. “Akibatnya paha kirinya patah, termasuk pergelangan tangan kirinya,” jelas Rahmat yang merupakan kakak Suhendra.

Rahmat mengatakan, Suhendra pun segera berobat. Bahkan ia sempat disarankan untuk itkut ujian susulan, tetapi ditolaknya. “Ia sudah disarankan, tetapi Suhendra tetap minta untuk ikut UNBK. Dan ibu (orang tua Suhendra) diperbolehkan menunggu Suhendra,” paparnya.

Ia juga menambahkan, awalnya keluarga Suhendra ingin Suhendra menggunakan kursi roda. Tetapi sekolah memperbolehkan ikut UN di dalam angkutan umum. “Mungkin agar tak repot apalagi kaki adik saya belum bisa digerakan,” ujar Rahmat.

Sementara itu Kepala SMAN 4 OKU Hj. Jumiati SPd MM mengatakan, Suhendra bukanlah siswa yang banyak ulah. “Ia tidak banyak tingkah dan perilakunya bagus,” kata Jumiati.

“Saat Suhendra mengalami kecelakaan, ia sedang mengikuti USBN. Akibatnya, Suhendra dia tidak ikut USBN di hari ke 6. Tapi dia akan tetap mengikuti USBN setelah melaksanakan UNBK,” ujarnya.

Meskipun sedang dalam keadaan tak memungkinkan, namun kata Jumiati, tidak ada waktu tambahan atau perlakuan khusus untuk Suhendra. Waktu ujian untuk Suhendra tetap sama dengan siswa yang lain.

“Yang dikhususkan hanya tempatnya. Tidak masalah melaksankan UNBK di dalam angkutan umum karena kondisi siswa yang tak memungkinkan UNBK di kelas,” tegas Jumiati. (lul)

 

Pos terkait