INFOKITO.ID,EMPAT LAWANG – Petani di Desa Tanjung Ning Jaya, Kecamatan Saling terpaksa menyeberangi Sungai Saling untuk pergi ke kebun mereka. Bahkan saat pulang membawa hasil panen masih melewati sungai tersebut.
Ijal salah satu petani mengaku, dirinya dan petani lainnya mengeluhkan belum adanya akses jembatan menuju perkebunan mereka dan hasil panen mereka terhambat untuk dijual karena harus menyeberangi sungai.
“Dari jalan aspal atau lokasi mobil bisa lewat menuju kebun sekitar 1 kilometer. Kami berjalan dan melintasi sungai. Bahkan mendaki tebingan yang curam dan licin untuk sampai ke kebun,” kata Ijal, Senin (11/3/2019).
Dijelaskannya, hasil panen sempat terhalang apabila memasuki musim hujan, karena arus semakin deras. Petani yang kebanyakan petani karet dan durian terpaksa tidak ke kebun.
“Sudah puluhan tahun saya melintasi sungai tersebut. Apabila musim hujan kami tidak bisa membawa hasil penen serta tidak bisa ke kebun, karena sungai deras dan mencapai kedalaman 1,5 meter,” katanya.
Akses sungai tersebut merupakan jalan satu-satunya yang bisa dilintasi. Jika sungai deras, petani masih di kebun, petani tidak bisa pulang dan pasti bermalam di kebun sampai sungai surut kembali. Masih dikatakan Ijal, dirinya berharap pemerintah bisa membangun jembatan agar masyarakat di Desa Tanjung Ning Jaya bisa membawah hasil panen dan berkebun tanpa menyeberangi sungai yang saat-saat bisa membesar.
Camat Saling, Suandi Soni ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan dari warga tersebut. “Kami belum menerima laporan itu. Jalan di Tanjung Ning memang masih ada yang belum dibangun,” katanya saat ditemui di rumah dinas bupati. (zar)





